Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dakwah

Berjuang dengan Seni dan Kreativitas Tingkat Tinggi: Membentuk Generasi Robbani yang Unggul

Oleh : K.H. Abdurrahman, SE ( Pendiri dan Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya ) Berjuang, dalam pandangan Kiyai Abdurahman, SE, adalah sebuah perjalanan seni dan kreasi tingkat tinggi. Lebih dari sekadar rutinitas monoton, berjuang dipandang sebagai eksplorasi yang penuh keindahan dan inovasi. Pemahaman ini tumbuh dari keyakinan bahwa berjuang dengan kreativitas dapat memelihara semangat dan menghindarkan rasa bosan. Sebagai manusia, kita berjuang untuk membentuk kekuatan, yang mana kekuatan itu sendiri berfungsi sebagai tameng melawan tipu daya iblis dan keturunannya. Menjadi bagian dari lembaga Hidayatullah bukanlah sekadar kebetulan, melainkan sebuah panggilan dari Allah SWT untuk menjawab panggilan-Nya. Panggilan ini bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan diri, melainkan untuk merespons panggilan Allah SWT secara eksklusif. Model pembinaan di pesantren Hidayatullah melalui halaqoh, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW di Darul Arqom, menjadi pondasi bagi pe...

MASYARAKAT BELAJAR DAN BELAJAR MASYARAKAT, Kesadaran Sosial untuk sukses bersama-sama

Kesadaran   belajar pada konteks social masyarakat membentuk satu “Masyarakat Belajar”.  Dalam “Masyarakat Belajar”, seluruh anggota bertanggung jawab atas perkembangan belajar setiap anggota kelompoknya.  Mereka harus berupaya membuat seluruh anggota kelas mencapai tujuan pembelajaran secara bersama-sama dengan cara belajar bersama, saling bertanya dan menjawab, saling membantu, tidak ada yang mendominasi dan   tidak ada kompetisi. Dalam “Masyarakat Belajar”, setiap peserta didik percaya bahwa setiap anggota kelompok memiliki pengalaman dan pengetahuan penting yang dia sendiri tidak atau belum memilikinya. Setiap pengalaman   layak dikomunikasikan baik secara l i san (untuk dibicarakan dan didengarkan)   maupun tertulis (untuk ditulis dan dibaca). Semua anggota yakin bahwa apabila pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing anggota itu saling dipertukarkan, maka seluruh anggota akan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kaya....

Tiga Kekuatan Manusia

"membangun dari awal,  dari pondasinya" Uraian ini diambil dari materi halaqoh kader malam jumat, di kampus Hidayatullah Panceng. Dijelaskan tentang tiga kekuatan seorang muslim, seorang manusia yang beriman. Pertama,  Kekuatan jasadiyah dapat diperoleh dari makanan yang bergizi. Kedua, Kekuatan aqliyah dapat diperoleh dengan berlatih, berfikir dan menganalisa baik dengan membaca dan menulis. Dan ketiga, Kekuatan ruhiyah hanya dapat diperoleh dengan taqorrub kepada Alloh swt, melalui ibadah wajib dan ibadah sunnah. Orientasi dalam membangun kekuatan menjadi penentu terhadap sikap dan perilaku manusia,  lahiriyah maupun batiniyah. Yang mengejar popularitas di pandangan manusia, ketika ada yang menghinanya maka dia akan terpuruk. Jiwanya remuk,  pikirannya ambruk.  Orang beriman tidak  mengejar popularitas di dunia ini saja. Ketika ada yang menyanjungnya,  dia kembalikan segala sanjungan dan pujian itu kepada pemiliknya. Alhamdulillah, segala puji...

Esensi Kampus Peradaban Islam

"Menjadi miniatur kampus peradaban Islam" Pada uraian ini, mari kita membaca mengenai esensi kampus peradaban islam. Siapa yang tidak kenal kampus. Saya kira semua orang sudah mengenalnya. Apa kampus itu?  Kamus besar bahasa indonesia mengartikan kampus adalah daerah lingkungan bangunan utama perguruan tinggi (universitas, akademi) tempat semua kegiatan belajar-mengajar dan administrasi berlangsung. Dalam arti kampus di sini hanya sebatas yang berhubungan dengan kuliah. Tapi,  kampus di sini bukan khusus universitas tapi secara substansi ada kesamaan,  di dalamnya ada kegiatan belajar mengajar. Kalau peradaban, kata asalnya adalah adab yang menurut KBBI online, berarti kehalusan budi pekerti,  kesopanan, akhlak. Sehingga arti peradaban adalah hal-hal yang menyangkut sopan santun,  budi bahasa dan kebudayaan.  Selain itu, KBBI juga memaknai peradaban sebagai kemajuan lahir dan batin. Dalam hal ini,  peradaban melingkupi dua makna tersebut.  ...

Dengan Aqidah yang benar Temukan jalan keluar

Selalu ada jalan bagi mereka yang ingin keluar dari semua permasalahan hidup.  Inilah keyakinan orang yang ber-aqidah.  Alhamdulillah, pagi ini saya mendapati seorang santri yang tidak mengikuti taklim pagi materi fiqh syahadat. "saya terkunci di asrama Ustadz", ungkap si santri. "saya sudah manggil ustadz dan teman-teman santri, tapi tidak ada yang mendengar", lanjut si santri. Aqidah bukan istilah baru,  semakna dengan ikatan.  Dari sini ada istilah yang lainnya,  yakni aqad (akad) sehingga kita temukan ada akad nikah,  akad jual beli,  dan akad perjanjian dalam bentuk yang lain.  Aqidah itu akad itu,  orang yang benar aqidahnya selalu berhati-hati dengan akad yang dia lakukan. Dalam akad ada ikatan,  semakin baik bunyi akad maka semakin kuat ikatan itu.  Pada lembaga dan organisasi akad kedua pihak dijelaskan pada lembar MoU. Aqidah selalu menjadi kebutuhan manusia.  Kasus santri yang tersesat di dalam asrama, hanya...

Tadzkiroh : kalau seorang muslim meninggal dunia

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan kalau ada orang yang meninggalkan dunia ini. 1. Mengajari Orang Yang Akan Meninggal Dunia Barangsiapa yang akhir perkataan-nya adalah: لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah akan masuk Surga. 2. Doa Untuk Belasungkawa إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى ... فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ. Sesungguhnya apa yang diambil Allah adalah milik-Nya, apa yang Dia berikan hanya milik-Nya, dan segala yang ada di sisi-Nya dibatasi dengan waktu yang ditentukan... Oleh karena itu, bersabarlah dan berharap pahala Allah Boleh juga mengucapkan: أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ Semoga Allah memperbesar pahalamu dan menjadikan kesediahanmu dalam keadaan baik dan semoga diampuni keluargamu yang telah meninggal 3. Doa Orang Yang Tertimpa Musibah إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِ...

Taujih Pembina PPH Surabaya: Pentingnya Imamah Jamaah

Oleh : Syamsul Alam Jaga SURABAYA (damanhurikhazin. com) - Dalam rangka mengokohkan jamaah, DPD Hidayatullah Surabaya menggelar acara Lailatul Ijtima' dengan menghadirkan Al-Ustadz Abdul Rahman, ketua badan pembina Pondok Pesantren Hidayatullah  Surabaya. Acara ini bertempat di Masjid Aqshol Madinah Surabaya dan dihadiri ratusan jamaah masjid, para aktivis dakwah dan warga masyarakat di wilayah Surabaya. Dalam penyampaiannya,  Ustadz Abdul Rahman menekankan pada penguatan spiritualitas,  intelektualitas dan moralitas sebagai pilar jamaah. Spiritual dan sistem adalah dua kekuatan yang wajib ada dalam lembaga perjuangan. Spiritual adalah pondasi kekuatan ruhiyah bagi setiap jamaah. Begitupun dibutuhkan sistem yg baik agar merealisasikan visi yang akan dicapai. Kita harus bersungguh-sungguh melaksanakan program dengan baik, kerja tim yg baik. Perlu manajemen yang baik. Jamaah perlu diatur dg baik, koordinasi yg baik, komunikasi yg baik, untuk memenangkan iman ...

Iklas : Merdeka yang Sesungguhnya

GRESIK (damanhurikhazin.com) — Bagi para kiyai dan santri, banyak cara memaknai Hari Kemerdekaan RI ke-74 yang baru saja berlalu. Seperti yang diadakan ratusan guru TPQ dan Muallim Al Quran metode Qiroati se-kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Jawa Timur. Mereka memperingati momen hari ulang tahun kemerdekaan itu dengan kegiatan Tahlil Kebangsaan dan Majlis Muallimin al-Quran. Hadir dalam acara tersebut KH Ali Mustofa, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Nurul Huda Tirtoyudo Malang,  sekaligus menyampaikan taushiyah kebangsaan (Sabtu, 17/8/2019). Rangkaian acara ini dimulai dengan khataman Al-Quran, pembacaan doa dan tahlil. Dilanjutkan dengan penguatan metodologi oleh Ustadz Imam Akbar selaku Korcam Panceng. Kemudian tausiyah kebangsaan dan ditutup dengan Upacara pengibaran bendera merah putih. Hadir sebagai instruktur dalam Upacara tersebut Ustadz Damanhuri,  pengasuh pondok pesantren Hidayatullah Panceng Gresik. “Kita para guru Al-Quran harus ikhlas d...

Manusia Berbincang Ilmu

Oleh : Damanhuri Ilmu merupakan media memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana hadits masyhur Rosulullah saw menyampaikan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat hendaklah dengan ilmu.  Allah swt meninggikan derajat orang yang berilmu dan orang yang beriman, mereka memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah swt. Ilmu dan iman merupakan dua hal yang saling menguatkan, berangkat dari ilmu maka iman semakin kokoh begitu juga sebaliknya berangkat dari iman maka proses ber-ilmu semakin semangat dan kuat.  Begitu pentingnya ilmu itu maka Islam mewajibkan umatnya untuk belajar, dengan konsep belajar seumur hidup (long live education). Belajar bagi seorang muslim sudah menjadi kebutuhannya bukan sekadar hanya melaksanakan kewajiban.  Seorang muslim meyakini bahwa yang mengajarkan ilmu adalah Allah swt, Al-Aliim. Sehingga pemilik ilmu adalah Dia, Allah yang maha Mengetahui. Keyakinan ini sebagai prinsip dasar dalam proses m...

Sedikit Berbagi dan Berbagi Sedikit

Memang apa yang disampaikan Rosulullah Nabi Muhammad SAW, tepat sekali. Yakni, terkait orang yang cerdas. Siapa mereka? Mereka adalah orang yang pandai berhitung.  Ya, benar berhitung tentang visi dan program masa depan. Menghitung diri senantiasa dengan standar hidup yang disampaikan  Sayyiduna  dan Syafi'una Kanjeng Nabi Muhammad SAW.  Apa standar hidup manusia itu? Standar hidup yang baik adalah hidup yang bermanfaat.  Manfaat ada dua, ada manfaat yang diberikan kepada orang lain atau selain dirinya dan kedua manfaat yang diambil untuk dirinya. Kalau dua macam manfaat ini ada maka dia akan bertahan hidup. Betah dia dengan hidupnya.  خير الناس أنفعهم للناس.  Rumus matematikanya hidup sama dengan manfaat. Contoh Isyarat ini sudah ditulis, di kamar mandi pondok atau masjid, "Mohon Kran Dimatikan Kalau Sudah Tidak Digunakan".  Visi masa depan dan program masa depan adalah fokus hitung-hitungan dirinya. Apa masa depan itu? Y...

Menjadikan Ridho Alloh Sebagai Orientasi Hidup

Oleh : Damanhuri Salah satu kepribadian seorang muslim terhadap Tuhannya adalah menjadikan Ridho Alloh SWT sebagai orientasi hidupnya dan cita-citanya. Seorang Muslim yang benar senantiasa mencari ridho Alloh dalam setiap amalannya. Keinginannya hanya agar Alloh senang, bahkan dalam setiap langkahnya dan pekerjaannya ingin Allah senang, bukan agar manusia senang. Walaupun, kadang-kadang dalam mencari Ridho Allah itu dia dibenci oleh manusia. Rasulullah SAW dalam riwayat Tirmidzi, menyampaikan, "Barang siapa mencari Ridho Alloh dengan sesuatu yang dibenci manusia, maka Allah akan mencukupkan (menjaga) baginya dari gangguan manusia. Barang siapa mencari keridhoan manusia dengan sesuatu yang mendatangkan bencinya Allah, maka Allah akan serahkan dia pada manusia". Seorang Muslim menimbang semua perbuatannya dengan timbangan ridho Allah. Apa saja yang memberatkan timbangan itu, dia terima dan dia rela mengerjakannya, dan apa saja yang meringankan timbangan itu dia tolak d...