Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kajian

Fungsi Pembinaan dan Pengasuhan Santri Berdasarkan Huruf dan Fi‘il Nawasikh

Tulisan ini menjelaskan huruf dan fi‘il nawasikh yang  tidak hanya memiliki makna gramatikal dalam ilmu nahwu, tetapi juga dapat dijadikan inspirasi konseptual dalam merumuskan prinsip pembinaan dan pengasuhan santri. إِنَّ dan أَنَّ menggambarkan penguatan dan kesungguhan. لَكِنَّ menggambarkan pendampingan dan koreksi. لَعَلَّ menggambarkan ha rapan yang realistis. لَا dan لَيْسَ menggambarkan penegasian terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat. Sedangkan كَانَ dan saudara-saudaranya menggambarkan kesinambungan dan transformasi. Dalam tradisi pendidikan pesantren, pembinaan santri tidak hanya dipahami sebagai proses mengatur, mengawasi, atau mendisiplinkan santri. Lebih dari itu, pembinaan merupakan proses membentuk kepribadian, menguatkan potensi, mengarahkan perilaku, menumbuhkan harapan, serta mendampingi santri agar mampu berkembang sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Menariknya, prinsip-prinsip pembinaan tersebut dapat dibaca melalui pendekatan kebahasaan Arab...

Berjuang dengan Seni dan Kreativitas Tingkat Tinggi: Membentuk Generasi Robbani yang Unggul

Oleh : K.H. Abdurrahman, SE ( Pendiri dan Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya ) Berjuang, dalam pandangan Kiyai Abdurahman, SE, adalah sebuah perjalanan seni dan kreasi tingkat tinggi. Lebih dari sekadar rutinitas monoton, berjuang dipandang sebagai eksplorasi yang penuh keindahan dan inovasi. Pemahaman ini tumbuh dari keyakinan bahwa berjuang dengan kreativitas dapat memelihara semangat dan menghindarkan rasa bosan. Sebagai manusia, kita berjuang untuk membentuk kekuatan, yang mana kekuatan itu sendiri berfungsi sebagai tameng melawan tipu daya iblis dan keturunannya. Menjadi bagian dari lembaga Hidayatullah bukanlah sekadar kebetulan, melainkan sebuah panggilan dari Allah SWT untuk menjawab panggilan-Nya. Panggilan ini bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan diri, melainkan untuk merespons panggilan Allah SWT secara eksklusif. Model pembinaan di pesantren Hidayatullah melalui halaqoh, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW di Darul Arqom, menjadi pondasi bagi pe...

Program 3T untuk Kesuksesan dan Kebahagiaan Manusia

Kebahagiaan merupakan tujuan universal yang diinginkan oleh setiap individu selama menjalani kehidupannya di dunia ini. Untuk meraih kebahagiaan yang sejati, terdapat tiga konsep utama yang dikenal memiliki peran sentral dalam kehidupan sehari-hari manusia, yaitu Ta'lim, Tilawah, dan Tazkiyah . Ketiga konsep ini membentuk suatu kerangka berpikir yang esensial, memberikan arah pada individu untuk mencapai kehidupan yang bermakna dan penuh keberkahan. Ta'lim (Pendidikan dan Pembelajaran) Taklim mencakup segala upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman individu melalui pendidikan. Pendidikan bukan hanya tentang pengembangan potensi intelektual, tetapi juga pembentukan karakter moral. Taklim membuka pintu menuju kebahagiaan dengan memberikan kemampuan kepada manusia untuk memahami dunia sekitarnya, mengatasi tantangan hidup, dan berkontribusi positif pada masyarakat. Tujuan pendidikan sejati adalah memberikan pemahaman tentang siapa Tuhan, siapa diri kita, dan apa fungs...

Solusi Kualitas Pendidikan lebih baik? Islamisasi Ilmu Pengetahuan

  Pembahasan sejarah epistemologi Barat dimulai dengan asal-usul kata "epistemologi" dari bahasa Yunani, yaitu episteme (pengetahuan) dan logos (teori atau alasan). Epistemologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki keaslian pengertian, struktur, metode, dan validitas ilmu pengetahuan. Dalam perkembangannya, epistemologi Barat melalui fase filsafat kuno, Hellenis, Abad Pertengahan, dan Abad Modern. Filsafat kuno diwakili oleh Plato dan Aristoteles, dengan pemikiran tentang keyakinan yang benar, pengetahuan, dan kebodohan. Pada periode Hellenis muncul aliran seperti epikurianisme, stoikisme, dan skeptisisme. Abad Pertengahan diwakili oleh Thomas Aquinas dan William of Ockham. Filsafat modern membawa rasionalisme, empirisme, kritisisme, dan positivisme. Rasionalisme menekankan akal sebagai sumber utama pengetahuan, sementara empirisme mengandalkan pengalaman. Kritisisme, yang diperkenalkan oleh Immanuel Kant, menggabungkan elemen rasionalisme dan empirisme. Positivisme men...

AKAL SEHAT MANUSIA

  Dalam kamus lisanul Arab yang dikarang oleh Ibnu Manzur, Asy Syibawaih menjelaskan bahwa akal artinya terikat, terjaga, dan terbatas. "Uqila lahu Syai’un" artinya iya dijaga, iya diikat, atau iya dibatasi oleh sesuatu. Ibnu Bari mengartikan akal sebagai sesuatu yang memberikan kesabaran dan nasihat bagi orang yang memerlukan. Akal memiliki karakteristik bahwa: 1. Pemilik akal mampu mengekang hawa nafsunya dan menolak rayuannya untuk masuk pada kebinasaan, menjaga dari terjerumus ke kehancuran. 2. Akal membedakan manusia dari seluruh hewan. Dalam agama Islam, akal tidak semata-mata berkaitan dengan aspek nalar, hafalan, dan semisalnya. Tetapi, mencakup keterkaitannya dengan moral. Keterkaitan antara akal dan moral dapat diketahui dalam hadits Nabi yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Darda’ radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Uwaimir, tambahilah akalmu niscaya kau akan bertambah dekat dengan Tuhanmu!" Lalu Abu Darda bertanya, "Bagaimana...

TIGA KEADAAN MANUSIA DAN MANAJEMEN EFEKTIF

  Dalam kehidupan di dunia yang fana ini, hanya terdapat tiga keadaan manusia. Dalam keadaan senang dan sedih, sama saja terdapat tiga kondisi ini. Bagi seorang mukmin atau orang kafir, sama saja terdapat tiga keadaan ini. Tiga keadaan ini menggambarkan kondisi mereka. Apa saja tiga keadaan itu? Uraian sederhana ini akan menjelaskan tiga hal ini. Tiga keadaan tersebut adalah keadaan berbaring, keadaan duduk dan keadaan berdiri. Sebagian menganggap tiga hal ini merupakan tiga tahapan manusia dalam membangun kekuatannya. Sebagian lagi menyangka bahwa tiga keadaan ini tidak memiliki nilai dan pelajaran apa-apa, karena merupakan kondisi wajar yang dialami manusia. Menurut penulis, ketiganya merupakan keadaan lengkap seorang manusia, yang bisa dilakukan secara bergantian. Dinamika gerakan manusia dalam kehidupan tampak pada ketiganya, yaitu berbaring, duduk dan berdiri. Kajian terhadap ketiganya bisa dihubungkan dengan aspek kehidupan manusia, bahkan pada seluruh aspeknya. Berbaring ada...

HASAD ATAU DENGKI HANYA ADA PADA HATI YANG SAKIT

  Sudah menjadi ketetapan bahwa manusia itu menjadi baik jika hatinya baik. Hal ini sudah dijelaskan dalam riwayat hadits, Nabi saw bersabda “Sungguh dalam diri manusia ada segumpal darah. Apabila dia baik, maka baik pula seluruh amal perbuatannya. Dan apabila dia buruk, maka buruk pula seluruh amal perbuatannya. Ketahuilah dia adalah hati”. Untuk menjadikan hati ini baik, maka tidak ada jalan lain kecuali kita membersihkan hati ini dari penyakit-penyakit hati. Hasad merupakan salah satu penyakit hati dan termasuk penyakit yang ganas dan sangat berbahaya. Hasad ini menyebabkan retaknya hubungan di antara manusia. Di samping itu, spirit hasad bertentangan dengan spirit mencinta dan bersaudara ( ruhu al-Hubb wa al-Ikho’ ) yang sangat ditekankan dalam Islam. Sebagai Muslim, mencintai saudara kita sesama muslim - dalam kebaikan- menjadi salah satu alat mengukur kesempurnaan iman kita. Rasulullah saw dalam riwayat Bukhori Muslim bersabda: لَا يُؤْمِنُ أحَدُكم حتّى يحبّ لأَخِيه ما ...

Sistem Pembinaan Peserta Didik menurut QS Al Kahfi ( Kajian Tafsir Tarbawi )

SISTEM PEMBINAAN PESERTA DIDIK DALAM Q.S. AL KAHFI AYAT 65-82 (STUDI TAFSIR PENDIDIKAN) Pada umumnya, kajian mengenai manajemen kesiswaan bersumber dari kajian para  peneliti  mengikuti  teori  manajemen  dalam  industri.  Siswa  sebagai  peserta  didik kerap  kali  dianggap  sebagai  input,  yang  biasanya  dalam  industri  dianggap  sebagai bahan  baku  yang  nantinya  akan  dikelola  sehingga  menjadi  produk  yang  diterima masyarakat. Karena itu, kajian pembinaan peserta didik masih jarang yang bersumber dari ayat-ayat Alquran. Di samping itu, kajian secara praktis dari ayat al-qur'an belum banyak dilakukan oleh para penulis (peneliti).    Berangkat dari kondisi di atas, maka penulis melakukan kajian khusus terkait dengan  pembinaan  siswa  atau  peserta  didik  dalam  manajemen  kesis...

MASYARAKAT BELAJAR DAN BELAJAR MASYARAKAT, Kesadaran Sosial untuk sukses bersama-sama

Kesadaran   belajar pada konteks social masyarakat membentuk satu “Masyarakat Belajar”.  Dalam “Masyarakat Belajar”, seluruh anggota bertanggung jawab atas perkembangan belajar setiap anggota kelompoknya.  Mereka harus berupaya membuat seluruh anggota kelas mencapai tujuan pembelajaran secara bersama-sama dengan cara belajar bersama, saling bertanya dan menjawab, saling membantu, tidak ada yang mendominasi dan   tidak ada kompetisi. Dalam “Masyarakat Belajar”, setiap peserta didik percaya bahwa setiap anggota kelompok memiliki pengalaman dan pengetahuan penting yang dia sendiri tidak atau belum memilikinya. Setiap pengalaman   layak dikomunikasikan baik secara l i san (untuk dibicarakan dan didengarkan)   maupun tertulis (untuk ditulis dan dibaca). Semua anggota yakin bahwa apabila pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing anggota itu saling dipertukarkan, maka seluruh anggota akan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kaya....