Skip to main content

Tadzkiroh : kalau seorang muslim meninggal dunia

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan kalau ada orang yang meninggalkan dunia ini.

1. Mengajari Orang Yang Akan Meninggal Dunia

Barangsiapa yang akhir perkataan-nya adalah:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah

akan masuk Surga.

2. Doa Untuk Belasungkawa

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى ... فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ.

Sesungguhnya apa yang diambil Allah adalah milik-Nya, apa yang Dia berikan hanya milik-Nya, dan segala yang ada di sisi-Nya dibatasi dengan waktu yang ditentukan... Oleh karena itu, bersabarlah dan berharap pahala Allah

Boleh juga mengucapkan:

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ

Semoga Allah memperbesar pahalamu dan menjadikan kesediahanmu dalam keadaan baik dan semoga diampuni keluargamu yang telah meninggal

3. Doa Orang Yang Tertimpa Musibah

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا.

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali. Ya Allah! Berilah pahala kepadaku karena musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik dari pada apa yang telah menimpaku.”

4. Doa Ketika Memejamkan Mata Mayat

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلاَنٍ (بِاسْمِهِ) وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّيْنَ، وَاخْلُفْهُ فِيْ عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَافْسَحْ لَهُ فِيْ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ.

“Ya Allah! Ampunilah si Fulan (hendaklah menyebut namanya), angkatlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah penggantinya bagi orang-orang yang ditinggalkannya. Ampunilah kami dan dia, wahai Rabb seluruh alam. Lebarkan kuburannya dan berilah cahaya di dalamnya.”

5. Doa Dalam Shalat Jenazah

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]

“Ya Allah! Ampunilah dia (mayat), rahmatilah dia, selamatkanlah dia (dari hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan muliakanlah tempatnya (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan air dingin. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik dari pada keluarganya (di dunia), berilah pasangan yang lebih baik dari pada pasangannya (di dunia), dan masukkan dia ke surga, lindungi dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.

“Ya Allah! Ampunilah orang yang hidup dan yang mati di antara kami, orang yang ada di sini dan yang tidak ada di sini di antara kami, yang kecil maupun yang besar, laki-laki maupun wanita. Ya Allah! Orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkanlah dengan memeluk agama Islam, sedangkan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikanlah di atas iman. Ya Allah! Jangan menghalangi kami untuk tidak memperoleh pahala (karena kematiannya) dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.”

اَللَّهُمَّ إِنَّ فُلاَنَ بْنَ فُلاَنٍ فِيْ ذِمَّتِكَ، وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ. فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

“Ya, Allah! Sesungguhnya Fulan bin Fulan dalam tanggungan-Mu dan tali perlindungan-Mu. Lindungilah dia dari fitnah kubur dan siksa Neraka. Engkau adalah Maha Dzat yang memenuhi janji dan Sang Pemilik kebenaran. Ampunilah dan belas kasihanilah dia. Sesungguhnya Engkau, Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.”

اَللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمْتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِيْ حَسَنَاتِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ.

Ya, Allah, ini hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan (ibunya), membutuh-kan rahmat-Mu, sedang Engkau tidak butuh untuk menyiksanya, jika ia berbuat baik tambahkanlah dalam amalan baiknya, dan jika dia orang yang salah, maafkanlah kesalahannya.

6. Bacaan Ketika Memasukkan Mayat Ke Liang Kubur

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ.

"Dengan nama Allah dan (ini) sesuai sunnah Rasulullah"

7. Doa Setelah Mayat Dimakamkan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ.

Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah teguhkanlah dia.

8. Doa Ziarah Kubur

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ [وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ] أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.

Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (alam kubur) dari kalangan orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami –insya Allah- akan menyusul kalian, semoga Allah merahmati orang yang sudah meninggal dan orang yang masih hidup. Saya memohon kepada Allah agar kami dan kalian diberi keselamatan.

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Pembinaan dan Pengasuhan Santri Berdasarkan Huruf dan Fi‘il Nawasikh

Tulisan ini menjelaskan huruf dan fi‘il nawasikh yang  tidak hanya memiliki makna gramatikal dalam ilmu nahwu, tetapi juga dapat dijadikan inspirasi konseptual dalam merumuskan prinsip pembinaan dan pengasuhan santri. إِنَّ dan أَنَّ menggambarkan penguatan dan kesungguhan. لَكِنَّ menggambarkan pendampingan dan koreksi. لَعَلَّ menggambarkan ha rapan yang realistis. لَا dan لَيْسَ menggambarkan penegasian terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat. Sedangkan كَانَ dan saudara-saudaranya menggambarkan kesinambungan dan transformasi. Dalam tradisi pendidikan pesantren, pembinaan santri tidak hanya dipahami sebagai proses mengatur, mengawasi, atau mendisiplinkan santri. Lebih dari itu, pembinaan merupakan proses membentuk kepribadian, menguatkan potensi, mengarahkan perilaku, menumbuhkan harapan, serta mendampingi santri agar mampu berkembang sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Menariknya, prinsip-prinsip pembinaan tersebut dapat dibaca melalui pendekatan kebahasaan Arab...

KAIDAH PRESENTASI MENURUT ULAMA NAHWU

بسم الله الرحمن الرحيم Berikut ini kaidah dalam menulis berita atau peristiwa, menyampaikan ide, mempresentasikan makalah tentang satu tema, atau memaparkan hasil tulisan berupa skripsi. Sebelumnya kami kemukakan definisi kalam yang dimaksud oleh para Ulama Nahwu الكلام عند النحويين هو اللفظ المركب المفيد بالوضع العربي فائدة يحسن السكوت عليها. - والكلام عند اللغويين هو القول وما كان مكتفيا بنفسه في أداء المراد منه. - المراد باللفظ الصوت المشتمل على بعض الحروف الهجائية تحقيقا أو تقديرا. وخرج باللفظ، الإشارة والكتابة والعقد بنحو الأصابع الدالة على أعداد مخصوصة والنصب. - المراد المفيد ما أفاد فائدة يحسن سكوت كل من المتكلم والسامع عليها. - المراد بالوضع أي بالقصد، وهو أن يقصد المتكلم بما يلفظ به مما وضعته العرب إفادة السامع. Selanjutnya inilah kaidah yang dimaksud. Silahkan dibaca dengan seksama dan difahami maksudnya dengan benar. إذا تكلم أحدكم أن تكون الألفاظ عذرا لا يمل سماعها وأن تكون المدلولات صحيحة يمكن وقوعها، فليس كل لفظ مقبولا ولا كل مدلول معقولا، وأن يراعي الاعتدال في المقال، فإ...

Langkah besar dengan Internasional day

من المعلوم أن هذا اليوم يوم الثلاثاء هو اليوم الدولي في هذا المعهد.  يرجى لجميع الأساتذة أن يتكلم فيما بيننا وبين الطلاب باللغة العربية. إن لم يكن لنا من الذي يجعل هذا البرنامج يعمل جيدا.  It is known that this Tuesday is the International Day at this Campus. All lecturers are kindly requested to speak in Arabic with our students. If not us than who make this program run well.  Your regard, احترامك Tulisan di atas adalah himbauan untuk mensukseskan program bahasa internasional berjalan di kampus II STAI Luqman al Hakim Surabaya. Ajakan itu ditujukan kepada para dosen dan ustadz.  Mengapa?  Iya,  program bahasa yang berjalan sukses bermula dari atas, sehingga program bahasa mengalir terus karena datangnga dari atas.  Aliran program berbahasa Internasional akan sampai juga ke lapisan yang paling bawah sekalipun.  Kuncinya,  aliran itu tidak boleh berhenti.   Seperti air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yan...