Skip to main content

Menjadikan Ridho Alloh Sebagai Orientasi Hidup


Oleh : Damanhuri

Salah satu kepribadian seorang muslim terhadap Tuhannya adalah menjadikan Ridho Alloh SWT sebagai orientasi hidupnya dan cita-citanya. Seorang Muslim yang benar senantiasa mencari ridho Alloh dalam setiap amalannya. Keinginannya hanya agar Alloh senang, bahkan dalam setiap langkahnya dan pekerjaannya ingin Allah senang, bukan agar manusia senang. Walaupun, kadang-kadang dalam mencari Ridho Allah itu dia dibenci oleh manusia.

Rasulullah SAW dalam riwayat Tirmidzi, menyampaikan, "Barang siapa mencari Ridho Alloh dengan sesuatu yang dibenci manusia, maka Allah akan mencukupkan (menjaga) baginya dari gangguan manusia. Barang siapa mencari keridhoan manusia dengan sesuatu yang mendatangkan bencinya Allah, maka Allah akan serahkan dia pada manusia".

Seorang Muslim menimbang semua perbuatannya dengan timbangan ridho Allah. Apa saja yang memberatkan timbangan itu, dia terima dan dia rela mengerjakannya, dan apa saja yang meringankan timbangan itu dia tolak dan dia jauhkan amalan itu. Sehingga, standar penilaian seorang Muslim menjadi lurus dan jalan yang menuju ridho Allah menjadi jelas terlihat di depan pandangannya.

Karena itu, seorang Muslim Tidak berada dalam situasi yang bertentangan dan menggelikan. Seolah-olah engkau lihat dia taati Allah dalam satu perkara dan dia durhaka (tidak taat) dalam perkara yang lain, atau dia halalkan satu hal pada satu masa dan mengharamkannya pada masa yang lain. Pada pribadi Muslim, tidak ada tempat untuk saling bertentangan selama titik tolaknya benar dan metodenya jelas dan standar penilaiannya tetap.

Sungguh, orang-orang yang engkau lihat mereka di masjid sholat dengan khusyu' kemudian engkau lihat mereka di pasar bermuamalah dengan riba. Dan engkau lihat mereka di rumah, di jalan, di sekolah, mereka tidak menegakkan syariat atau aturan Allah terhadap diri mereka dan terhadap anak-anak dan istri mereka, karena mereka kurang dan lemah dalam pemahaman dan gambaran mereka terhadap hakikat ini agama yang mengantarkan seorang Muslim dalam setiap perbuatannya pada keridhoan Allah SWT. Dari sini, maka muncullah setengah muslim, bahkan bagi mereka Islam hanya sebuah nama saja sedangkan kepribadian mereka ganda. Dan kepribadian ganda termasuk yang paling Berbahaya untuk umat Islam pada zaman sekarang ini.

Cukupkan pada diri, firman Alloh SWT dalam QS. al Baqarah ayat 208 sebagai pesan untuk selalu diingat, “ Wahai orang yang beriman masuklah Islam secara kaffah (menyeluruh), janganlah mengikuti langkah syetan karena sungguh syetan adalah musuh yang nyata bagi kalian”. Wallohu A’lamu bish showab.[]

Comments

Popular posts from this blog

Amtsilah Tasrifiyah Karya Syeikh Muhammad Maksum bin Ali

Kitab amtsilah tasrifiyah adalah kitab rujukan bagi setiap santri yang ingin memiliki kemampuan membaca kitab. Di dalamnya sebagaimana namanya contoh berisikan contoh-contoh tasrifan baik istilahi ataupun tashrif lughowi. Bagi santri awal, menghafal contoh-contoh dalam kitab ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan. Dan itu merupakan langkah awal sebelum memahami ilmu Shorof dan cara mentasrif Isim atau pun fi'il. Untuk tahap awal maka semua santri yang belajar bahasa Arab maka perlu melalui tahap latihan membaca semua amtsilah (contoh-contoh) Isim dan Fiil yang ada pada kitab Amtsilah Tasrifiyah. Syekh Muhammad Maksum bin Ali, kesimpulan penulis, sudah melakukan penelitian secara menyeluruh sehingga mampu menghadirkan contoh yang komprehensif mencakup semua informasi tentang Fiil dan Isim sesuai dengan wazan tertentu.  berikutnya, kami tautkan link kitab Amtsilah Tasrifiyah bagi santri dan mahasiswa yang sudah pasti sangat bertumpu pada kitab ini dalam berinteraksi dengan bahas...

KAIDAH PRESENTASI MENURUT ULAMA NAHWU

بسم الله الرحمن الرحيم Berikut ini kaidah dalam menulis berita atau peristiwa, menyampaikan ide, mempresentasikan makalah tentang satu tema, atau memaparkan hasil tulisan berupa skripsi. Sebelumnya kami kemukakan definisi kalam yang dimaksud oleh para Ulama Nahwu الكلام عند النحويين هو اللفظ المركب المفيد بالوضع العربي فائدة يحسن السكوت عليها. - والكلام عند اللغويين هو القول وما كان مكتفيا بنفسه في أداء المراد منه. - المراد باللفظ الصوت المشتمل على بعض الحروف الهجائية تحقيقا أو تقديرا. وخرج باللفظ، الإشارة والكتابة والعقد بنحو الأصابع الدالة على أعداد مخصوصة والنصب. - المراد المفيد ما أفاد فائدة يحسن سكوت كل من المتكلم والسامع عليها. - المراد بالوضع أي بالقصد، وهو أن يقصد المتكلم بما يلفظ به مما وضعته العرب إفادة السامع. Selanjutnya inilah kaidah yang dimaksud. Silahkan dibaca dengan seksama dan difahami maksudnya dengan benar. إذا تكلم أحدكم أن تكون الألفاظ عذرا لا يمل سماعها وأن تكون المدلولات صحيحة يمكن وقوعها، فليس كل لفظ مقبولا ولا كل مدلول معقولا، وأن يراعي الاعتدال في المقال، فإ...

SOAL BAHASA ARAB

 1. بسم الله ولجنا و بسم الله خرجنا وعلى الله توكلنا بسم الله pada ungkapan doa ini sebagai apa? 2. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته  Apa i'rob dari رحمة الله dan بركاته  pada ucapan salam tersebut? Jelaskan alasannya! 3. الله أكبر و لله الحمد Pada bacaan ini terdapat 2 mubtada'. Jelaskan yang menjadi mubtada' dan yang menjadi khobarnya! 4. طلب العلم خير من طلب المال Jelaskan ada berapa syibhul jumlah pada ungkapan di atas! 5. إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا  Pada ayat di atas terdapat huruf nasikh yang memiliki isim dan khobar. Sebutkan apa huruf nasikh tersebut. Jelaskan mana isimnya dan khobarnya!