Skip to main content

Posts

Sistem Pembinaan Peserta Didik menurut QS Al Kahfi ( Kajian Tafsir Tarbawi )

SISTEM PEMBINAAN PESERTA DIDIK DALAM Q.S. AL KAHFI AYAT 65-82 (STUDI TAFSIR PENDIDIKAN) Pada umumnya, kajian mengenai manajemen kesiswaan bersumber dari kajian para  peneliti  mengikuti  teori  manajemen  dalam  industri.  Siswa  sebagai  peserta  didik kerap  kali  dianggap  sebagai  input,  yang  biasanya  dalam  industri  dianggap  sebagai bahan  baku  yang  nantinya  akan  dikelola  sehingga  menjadi  produk  yang  diterima masyarakat. Karena itu, kajian pembinaan peserta didik masih jarang yang bersumber dari ayat-ayat Alquran. Di samping itu, kajian secara praktis dari ayat al-qur'an belum banyak dilakukan oleh para penulis (peneliti).    Berangkat dari kondisi di atas, maka penulis melakukan kajian khusus terkait dengan  pembinaan  siswa  atau  peserta  didik  dalam  manajemen  kesis...

Amtsilah Tasrifiyah Karya Syeikh Muhammad Maksum bin Ali

Kitab amtsilah tasrifiyah adalah kitab rujukan bagi setiap santri yang ingin memiliki kemampuan membaca kitab. Di dalamnya sebagaimana namanya contoh berisikan contoh-contoh tasrifan baik istilahi ataupun tashrif lughowi. Bagi santri awal, menghafal contoh-contoh dalam kitab ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan. Dan itu merupakan langkah awal sebelum memahami ilmu Shorof dan cara mentasrif Isim atau pun fi'il. Untuk tahap awal maka semua santri yang belajar bahasa Arab maka perlu melalui tahap latihan membaca semua amtsilah (contoh-contoh) Isim dan Fiil yang ada pada kitab Amtsilah Tasrifiyah. Syekh Muhammad Maksum bin Ali, kesimpulan penulis, sudah melakukan penelitian secara menyeluruh sehingga mampu menghadirkan contoh yang komprehensif mencakup semua informasi tentang Fiil dan Isim sesuai dengan wazan tertentu.  berikutnya, kami tautkan link kitab Amtsilah Tasrifiyah bagi santri dan mahasiswa yang sudah pasti sangat bertumpu pada kitab ini dalam berinteraksi dengan bahas...

MASYARAKAT BELAJAR DAN BELAJAR MASYARAKAT, Kesadaran Sosial untuk sukses bersama-sama

Kesadaran   belajar pada konteks social masyarakat membentuk satu “Masyarakat Belajar”.  Dalam “Masyarakat Belajar”, seluruh anggota bertanggung jawab atas perkembangan belajar setiap anggota kelompoknya.  Mereka harus berupaya membuat seluruh anggota kelas mencapai tujuan pembelajaran secara bersama-sama dengan cara belajar bersama, saling bertanya dan menjawab, saling membantu, tidak ada yang mendominasi dan   tidak ada kompetisi. Dalam “Masyarakat Belajar”, setiap peserta didik percaya bahwa setiap anggota kelompok memiliki pengalaman dan pengetahuan penting yang dia sendiri tidak atau belum memilikinya. Setiap pengalaman   layak dikomunikasikan baik secara l i san (untuk dibicarakan dan didengarkan)   maupun tertulis (untuk ditulis dan dibaca). Semua anggota yakin bahwa apabila pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing anggota itu saling dipertukarkan, maka seluruh anggota akan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kaya....

Belajar Bahasa Arab di Era Millenials

#video

Tiga Kekuatan Manusia

"membangun dari awal,  dari pondasinya" Uraian ini diambil dari materi halaqoh kader malam jumat, di kampus Hidayatullah Panceng. Dijelaskan tentang tiga kekuatan seorang muslim, seorang manusia yang beriman. Pertama,  Kekuatan jasadiyah dapat diperoleh dari makanan yang bergizi. Kedua, Kekuatan aqliyah dapat diperoleh dengan berlatih, berfikir dan menganalisa baik dengan membaca dan menulis. Dan ketiga, Kekuatan ruhiyah hanya dapat diperoleh dengan taqorrub kepada Alloh swt, melalui ibadah wajib dan ibadah sunnah. Orientasi dalam membangun kekuatan menjadi penentu terhadap sikap dan perilaku manusia,  lahiriyah maupun batiniyah. Yang mengejar popularitas di pandangan manusia, ketika ada yang menghinanya maka dia akan terpuruk. Jiwanya remuk,  pikirannya ambruk.  Orang beriman tidak  mengejar popularitas di dunia ini saja. Ketika ada yang menyanjungnya,  dia kembalikan segala sanjungan dan pujian itu kepada pemiliknya. Alhamdulillah, segala puji...

Esensi Kampus Peradaban Islam

"Menjadi miniatur kampus peradaban Islam" Pada uraian ini, mari kita membaca mengenai esensi kampus peradaban islam. Siapa yang tidak kenal kampus. Saya kira semua orang sudah mengenalnya. Apa kampus itu?  Kamus besar bahasa indonesia mengartikan kampus adalah daerah lingkungan bangunan utama perguruan tinggi (universitas, akademi) tempat semua kegiatan belajar-mengajar dan administrasi berlangsung. Dalam arti kampus di sini hanya sebatas yang berhubungan dengan kuliah. Tapi,  kampus di sini bukan khusus universitas tapi secara substansi ada kesamaan,  di dalamnya ada kegiatan belajar mengajar. Kalau peradaban, kata asalnya adalah adab yang menurut KBBI online, berarti kehalusan budi pekerti,  kesopanan, akhlak. Sehingga arti peradaban adalah hal-hal yang menyangkut sopan santun,  budi bahasa dan kebudayaan.  Selain itu, KBBI juga memaknai peradaban sebagai kemajuan lahir dan batin. Dalam hal ini,  peradaban melingkupi dua makna tersebut.  ...

Relasi konsep Leadership dan Ilmu Shorof

Kepemimpinan sudah banyak dibahas dan dikaji secara panjang dan dalam.  Meliputi gaya kepemimpinan,  jenis kepemimpinan dan macam-macamnya.  Namun dalam tulisan ini kepemimpinan disandingkan dengan pembahasan ilmu Shorof.   Tujuan kajian ini,  sepertinya ingin memberikan wawasan baru dalam konsep kepemimpinan sekaligus menambah semangat dan motivasi dalam mempelajari ilmu shorof.  Alasannya,  kalau selama ini pembelajaran bahasa Arab dalam hal ini ilmu shorof cenderung dihafal saja dan hanya berkaitan dengan ilmu bahasa. Maka,  dengan tulisan ini ilmu shorof didekatkan dengan kehidupan manusia dalam berorganisasi atau hubungan sosialnya. Sehingga muncul kesadaran baru bahwa dalam ilmu shorof juga dibahas secara tersirat tentang kepemimpinan itu.  Kepemimpinan akan terjadi setidaknya jika 4 unsur ini ada.  Apa saja 4 unsur itu?  Pertama, adanya pemimpin. Kedua ada yang dipimpin.  Apakah kalau sudah ada pemimpin...